Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan kegiatan pembinaan Ketua PTA Surabaya pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Aula K.H. Abdullah Siddiq, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, koordinasi, serta peningkatan kinerja aparatur peradilan agama di wilayah PTA Surabaya. Acara diawali dengan sambutan Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., yang membuka rangkaian kegiatan pembinaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Agama (PA) Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta Panitera Pengganti PTA Surabaya yang sedang melaksanakan detasering di PA Ngawi, Laily Ekawati Fauziyah, S.H. Kehadiran jajaran PA Ngawi tersebut merupakan bagian dari partisipasi dalam kegiatan pembinaan sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Rangkaian acara pembinaan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-32 Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI) serta Milad ke-31 Perhimpunan Perhimpunan Hakim Indonesia (PPHIMM). Peringatan milad tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, profesionalisme, dan dedikasi aparatur peradilan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu, kegiatan ini diisi dengan pengumuman pemenang PTA Award Triwulan III Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja yang menunjukkan capaian kinerja dalam berbagai bidang. Penghargaan tersebut mencakup sejumlah indikator, antara lain pelaksanaan anggaran, kedisiplinan pegawai, pengelolaan website dan media sosial, serta pelayanan publik dan kepuasan masyarakat. Melalui pemberian penghargaan ini, diharapkan seluruh satuan kerja semakin termotivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kinerja secara berkelanjutan.


Dalam pengumuman PTA Award Triwulan III Tahun 2026, PA Ngawi berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan atas capaian kinerjanya. Tidak hanya meraih penghargaan dalam PTA Award, PA Ngawi juga memperoleh apresiasi dari PTA Surabaya atas capaian kinerja satuan kerja. PA Ngawi berhasil menempati Peringkat 6 dalam Apresiasi atas Penilaian Kinerja Satuan Kerja di Lingkungan Peradilan Agama. Selain itu, PA Ngawi meraih Peringkat 2 dalam Apresiasi atas Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 04 dengan nilai sempurna sebesar 100%. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan anggaran yang tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berbagai penghargaan dan apresiasi yang diterima menjadi dorongan bagi PA Ngawi untuk terus meningkatkan tata kelola organisasi, memperkuat akuntabilitas, serta memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Keberhasilan PA Ngawi dalam meraih sejumlah penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh aparatur untuk terus meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, dan integritas dalam bekerja. Prestasi yang telah diraih bukan menjadi akhir dari upaya peningkatan kinerja, melainkan pijakan untuk mencapai hasil yang lebih baik pada periode berikutnya. Semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan perlu terus diterapkan agar setiap program kerja memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pencari keadilan. Sebagaimana pesan yang menjadi semangat dalam pencapaian tersebut, “Prestasi adalah hasil dari kerja sama, kedisiplinan, dan komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” Melalui pembinaan Ketua PTA Surabaya dan pemberian penghargaan ini, diharapkan seluruh satuan kerja di wilayah PTA Surabaya semakin termotivasi untuk mewujudkan peradilan agama yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Berikut Daftar Prestasi PA Ngawi pada PTA Award Triwulan III 2026:
Juara II Kinerja Pengelola Website Dan Media Sosial
Juara Harapan I Kinerja Kedisiplinan Pegawai
Juara Harapan II Kinerja Pelayanan Publik Dan Kepuasan Masyarakat
Juara Harapan III Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) DIPA 01
Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapan aparatur peradilan menghadapi perkembangan teknologi digital, Hakim Pengadilan Agama (PA) Ngawi, Sapuan, S.H.I., M.H., mengikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial: Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan di Pengadilan Gelombang 2 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan melalui Pusdiklat Teknis Peradilan. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 26–30 Oktober 2026 tersebut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom di Ruang Hakim Pengadilan Agama Ngawi. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali hakim dengan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) serta implikasinya terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi yudisial. Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi dunia peradilan, khususnya dalam proses pemeriksaan dan penyelesaian perkara. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pemanfaatan, risiko, serta batasan etika penggunaan AI menjadi hal penting bagi hakim dalam menjaga kualitas dan integritas proses peradilan.
Materi pelatihan membahas berbagai aspek pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yudisial hakim, termasuk risiko penerapan AI dalam sistem peradilan serta perubahan lanskap peradilan akibat perkembangan teknologi. Pembahasan juga mencakup etika yudisial, independensi hakim, dan perlindungan data di era kecerdasan artifisial. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan AI dalam pemeriksaan perkara serta perubahan karakter pembuktian yang muncul seiring meningkatnya penggunaan informasi digital. Materi tersebut menjadi penting mengingat hakim dituntut mampu menilai keabsahan, relevansi, dan keandalan bukti digital secara cermat. Dengan pemahaman yang memadai, hakim diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara proporsional tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip hukum dan keadilan.

Pelatihan ini juga mengulas evolusi teknologi hingga perkembangan AI generatif serta berbagai bentuk kejahatan siber yang terjadi di ranah sosial, ekonomi, perbankan, dan personal. Peserta dibekali wawasan mengenai tantangan hukum dalam produksi dan penggunaan informasi digital, termasuk praktik penegakan hukum serta pembuktian perkara berbasis bukti elektronik. Salah satu perhatian utama dalam materi tersebut adalah meningkatnya potensi manipulasi bukti digital dan munculnya bias algoritma yang dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, kapasitas hakim untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengevaluasi bukti digital menjadi semakin penting. Hakim perlu memiliki kecermatan dalam membedakan informasi yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan informasi yang berpotensi dimanipulasi. Materi pelatihan juga mengarahkan peserta untuk memahami tata kelola penerapan AI dalam lingkungan peradilan agar pemanfaatannya tetap berada dalam koridor hukum dan etika.
Keikutsertaan Hakim PA Ngawi dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kompetensi dalam menghadapi transformasi digital di bidang peradilan. Pemanfaatan kecerdasan artifisial pada dasarnya dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, mempercepat akses terhadap informasi, serta membantu pengelolaan pekerjaan yudisial. Namun, teknologi tersebut tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu dan tidak menggantikan kewenangan, pertimbangan hukum, maupun independensi hakim dalam memutus perkara. Setiap keputusan yudisial harus tetap didasarkan pada fakta persidangan, alat bukti yang sah, ketentuan hukum, serta keyakinan hakim sesuai prinsip peradilan yang berlaku. Dengan demikian, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan baru secara profesional dan bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, PA Ngawi terus mendorong peningkatan kompetensi hakim agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai dasar peradilan. Sebagaimana pesan yang relevan dengan tema kegiatan ini, "Kecerdasan artifisial dapat membantu proses peradilan menjadi lebih efektif, tetapi integritas, independensi, dan hati nurani hakim tetap menjadi landasan utama dalam menegakkan keadilan." Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan etika dan tanggung jawab profesi. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, diharapkan hakim PA Ngawi semakin siap menghadapi dinamika pembuktian digital dan berbagai tantangan hukum di era kecerdasan artifisial. Pada akhirnya, pemanfaatan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab diharapkan dapat mendukung terwujudnya peradilan yang modern, profesional, transparan, dan berintegritas.
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan acara Purna Bhakti Panitera Pengganti pada Kamis, Oktober 2026, bertempat di Aula K.H. Abdullah Siddiq, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi Panitera Pengganti selama menjalankan tugas di lingkungan peradilan agama. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dan aparatur peradilan agama. Turut hadir Ketua Pengadilan Agama (PA) Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta Panitera Pengganti PTA Surabaya yang sedang melaksanakan detasering di PA Ngawi, Laily Ekawati Fauziyah, S.H. Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan tersebut sebagai ungkapan penghargaan atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui.
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video pelepasan yang menampilkan perjalanan pengabdian dan berbagai momen selama menjalankan tugas sebagai Panitera Pengganti. Tayangan tersebut menjadi pengingat atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas peradilan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan pamitan dari Panitera Pengganti yang dilepas sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih, serta permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar PTA Surabaya. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi kesempatan untuk menyampaikan kesan serta pesan selama menjalankan tugas dan tanggung jawab. Setelah itu, Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan pembinaan.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Surabaya menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai bagian dari aparatur peradilan agama. Purna bhakti bukan sekadar penanda berakhirnya masa tugas, melainkan juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan bagi lembaga. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta loyalitas yang telah ditunjukkan diharapkan dapat menjadi teladan bagi aparatur lainnya. Ketua PTA Surabaya juga mengharapkan agar hubungan silaturahmi dan kekeluargaan tetap terjaga meskipun telah memasuki masa purna tugas. Dengan demikian, berakhirnya masa pengabdian secara kedinasan tidak berarti berakhir pula hubungan baik yang telah terjalin selama menjadi bagian dari keluarga besar peradilan agama.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan serta penyerahan tali asih kepada Panitera Pengganti yang memasuki masa purna bhakti. Penyerahan tersebut menjadi simbol perhatian, rasa terima kasih, dan penghargaan atas segala pengabdian yang telah diberikan kepada institusi. Momen ini sekaligus mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan PTA Surabaya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars PTA Surabaya yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh khidmat. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan acara purna bhakti ini, PTA Surabaya berharap semangat pengabdian, integritas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur peradilan agama. Sebagaimana pesan yang menjadi makna dalam kegiatan tersebut, "Purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penanda bahwa jejak dedikasi dan keteladanan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus." Penghargaan yang diberikan bukan semata-mata sebagai bentuk seremonial, tetapi juga sebagai wujud penghormatan atas perjalanan panjang dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab. Semangat kebersamaan dan silaturahmi diharapkan tetap terpelihara meskipun perjalanan kedinasan telah berakhir. Dengan demikian, nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan akan senantiasa menjadi bagian dari perjalanan dan perkembangan lembaga peradilan agama.
Pengadilan Agama Ngawi mengikuti kegiatan hybrid bertajuk “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera” yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom di Multimedia Center, Kantor Pengadilan Agama Ngawi. Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera. Kegiatan diikuti oleh jajaran hakim, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ngawi yang turut mendukung peningkatan literasi keuangan di lingkungan peradilan. Dalam kegiatan tersebut, hadir hakim Pengadilan Agama Ngawi, yakni Sapuan, S.H.I., M.H. dan Ulfiana Rofiqoh, S.H.I., M.H. Turut hadir Kepala Subbagian Perencanaan, Teknologi Informasi, dan Pelaporan, Antoni Windika, S.H., serta Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I. Seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi juga mengikuti kegiatan ini melalui fasilitas Multimedia Center. Partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan keuangan yang terencana. Kehadiran BSI Cabang Ngawi turut melengkapi kegiatan sebagai bagian dari penguatan wawasan keuangan bagi para peserta.
Mengusung tema “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera”, kegiatan ini menyoroti pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, terarah, dan bertanggung jawab. Perencanaan keuangan menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan prioritas kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan kebutuhan pada masa mendatang. Melalui edukasi keuangan, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan finansial dan tujuan yang ingin dicapai. Kebiasaan mengelola keuangan secara disiplin juga dapat membantu seseorang mempersiapkan diri dalam menghadapi kebutuhan yang tidak terduga. Dengan demikian, pemahaman mengenai perencanaan keuangan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kepentingan pribadi maupun keluarga.

Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memberikan kemudahan bagi satuan kerja di daerah untuk mengikuti agenda yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengadilan Agama Ngawi memanfaatkan fasilitas Zoom dan Multimedia Center untuk mengikuti rangkaian kegiatan tanpa harus hadir secara langsung di lokasi penyelenggaraan. Model pelaksanaan ini juga menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap kegiatan edukasi dan pengembangan kapasitas pegawai. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.

Melalui kegiatan “Langkah Emas Perencanaan Keuangan untuk Masa Depan yang Sejahtera” pada 29 Oktober 2026, Pengadilan Agama Ngawi diharapkan semakin mendorong kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan dalam menunjang kesejahteraan pegawai dan keluarga. Pengelolaan keuangan yang baik memerlukan perencanaan yang realistis, kedisiplinan dalam mengatur pengeluaran, serta konsistensi dalam mencapai tujuan finansial. “Masa depan yang sejahtera dimulai dari perencanaan keuangan yang bijak, kedisiplinan dalam mengelola pengeluaran, dan komitmen untuk mewujudkan tujuan keuangan.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Dengan bertambahnya wawasan dan kesadaran mengenai literasi keuangan, seluruh pegawai diharapkan mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan yang lebih terencana demi mewujudkan masa depan yang aman dan sejahtera.
Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 07.30 WIB, bertempat di Pengadilan Agama Ngawi. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., dan diikuti oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan persatuan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan tertib sebagai wujud penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung semangat persatuan dalam keberagaman sebagai landasan untuk memperkuat komitmen kebangsaan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia, tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Bagi aparatur peradilan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama dalam mencapai tujuan yang sama. Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi kekuatan untuk membangun lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pelaksanaan upacara di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh pegawai untuk memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Semangat para pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan melalui persatuan hendaknya menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dalam lingkungan peradilan, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dengan menjunjung tinggi kejujuran, menjaga profesionalitas, serta memberikan pelayanan yang adil dan berkualitas kepada masyarakat. Komitmen terhadap integritas dan peningkatan kinerja merupakan bagian penting dari pengabdian kepada negara. Dengan demikian, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menerapkan nilai perjuangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 ini, Pengadilan Agama Ngawi diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh pegawai. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan peran aktif setiap individu, termasuk aparatur peradilan yang bertugas menjaga keadilan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semangat kepemudaan hendaknya terus dipelihara melalui etos kerja yang tinggi, sikap saling menghargai, dan kesediaan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sebagaimana pesan yang selaras dengan semangat Sumpah Pemuda, “Bersatu dalam keberagaman, bergerak dalam pengabdian, dan berkarya demi Indonesia yang lebih maju.” Pesan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Ngawi untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas kinerja, serta mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Page 1 of 131
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi