Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan

NGAWI – Pengadilan Agama Ngawi mengikuti kegiatan Pembinaan Bidang Kepegawaian yang diselenggarakan oleh Badan Urusan Administrasi (BUA) Mahkamah Agung Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti di Ruang Multimedia Center Pengadilan Agama Ngawi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan peradilan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana, Muhammad Ali Qoyyimuddin, S.H.I., serta seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pengadilan Agama Ngawi. Pembinaan ini bertujuan memberikan penguatan terhadap pemahaman regulasi kepegawaian sekaligus meningkatkan profesionalisme aparatur dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kebijakan kepegawaian secara tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan pembinaan berlangsung secara tertib dan interaktif dengan menghadirkan narasumber dari Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI. Berbagai materi strategis mengenai bidang kepegawaian disampaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada seluruh peserta. Pembahasan meliputi penguatan disiplin pegawai, pengembangan kompetensi aparatur, pembinaan karier, hingga implementasi berbagai kebijakan kepegawaian yang berlaku di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Sesi tanya jawab dimanfaatkan peserta untuk mengklarifikasi berbagai hal terkait pelaksanaan administrasi kepegawaian di satuan kerja masing-masing.
Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi bersama Kepala Subbagian Kepegawaian, Organisasi, dan Tata Laksana mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan seksama. Kehadiran seluruh pegawai PPPK dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Pengadilan Agama Ngawi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi dalam penerapan kebijakan kepegawaian sehingga dapat dilaksanakan secara seragam di seluruh lingkungan peradilan. Melalui kegiatan ini, aparatur diharapkan semakin memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai bagian dari institusi peradilan yang profesional. Penguatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terwujudnya pelayanan peradilan yang berkualitas.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti materi dengan antusias dan aktif menyimak setiap penjelasan yang disampaikan narasumber. Pembinaan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai aspek administratif kepegawaian, tetapi juga menanamkan nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara. Seluruh materi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Dengan adanya pembinaan secara berkala, kualitas tata kelola kepegawaian diharapkan semakin baik serta mampu mendukung peningkatan kinerja organisasi. Komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan regulasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang modern dan profesional.

Menutup kegiatan, narasumber mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi mendukung pelayanan peradilan yang berkualitas. "Sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan adaptif merupakan fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi peradilan yang modern dan terpercaya," menjadi pesan yang disampaikan dalam pembinaan tersebut. Pengadilan Agama Ngawi berkomitmen untuk terus mendukung setiap program pengembangan kompetensi aparatur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui pembinaan ini diharapkan seluruh pegawai mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, Pengadilan Agama Ngawi dapat terus memberikan pelayanan yang prima, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan para pencari keadilan.

NGAWI – Pengadilan Agama Ngawi menyelenggarakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang I Pengadilan Agama Ngawi tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik penyelesaian perkara di lingkungan peradilan agama. Materi disampaikan oleh Panitera Pengganti Pengadilan Agama Pamekasan yang sedang melaksanakan detasering di Pengadilan Agama Ngawi, Ahmad Zamroni, S.H., M.H. Pembekalan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PPL agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang selaras antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses administrasi perkara hingga jalannya persidangan secara utuh.
Dalam penyampaian materi, Ahmad Zamroni, S.H., M.H. menjelaskan tahapan mempelajari berkas perkara sebagai langkah awal sebelum suatu perkara disidangkan. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis dokumen yang terdapat dalam berkas perkara, tata cara menelaah isi berkas, serta pentingnya ketelitian dalam memahami fakta hukum yang diajukan para pihak. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai alur administrasi perkara sejak pendaftaran hingga proses persidangan. Materi disampaikan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung.


Selanjutnya, mahasiswa mengikuti observasi proses mediasi sebagai bagian dari implementasi penyelesaian sengketa di lingkungan peradilan agama. Mereka juga melakukan observasi jalannya persidangan untuk memahami secara langsung tahapan pemeriksaan perkara sesuai hukum acara yang berlaku. Setelah observasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi hukum bersama hakim mentor mengenai hasil persidangan yang telah diamati. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai dasar pertimbangan hukum, penerapan peraturan perundang-undangan, serta analisis terhadap fakta-fakta yang muncul di persidangan. Melalui metode pembelajaran yang menggabungkan teori, observasi, dan diskusi, mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih mendalam mengenai praktik peradilan agama.
Kegiatan pembekalan berlangsung secara interaktif dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai persoalan hukum yang ditemui selama observasi. Ahmad Zamroni, S.H., M.H. menekankan pentingnya ketelitian, integritas, dan profesionalisme bagi setiap aparatur peradilan maupun calon praktisi hukum. Menurutnya, pengalaman praktik di pengadilan merupakan bekal yang sangat berharga untuk membangun kemampuan analisis hukum serta pemahaman terhadap proses penegakan keadilan. Mahasiswa juga didorong untuk memanfaatkan kesempatan PPL sebagai sarana belajar secara aktif melalui pengamatan, diskusi, dan pendalaman materi. Suasana pembelajaran berlangsung kondusif dengan interaksi yang baik antara narasumber, hakim mentor, dan peserta PPL.
Menutup kegiatan, Ahmad Zamroni menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa agar terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, dan membangun integritas sejak dini sebagai calon insan penegak hukum. "Ilmu hukum tidak cukup dipahami dari teori semata, tetapi harus diperkaya dengan pengalaman, integritas, dan komitmen untuk menegakkan keadilan secara profesional," pesannya. Kegiatan pembekalan ini diharapkan mampu menambah wawasan serta pengalaman praktis bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Surakarta selama melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan di Pengadilan Agama Ngawi. Selain meningkatkan pemahaman mengenai proses peradilan, kegiatan ini juga mempererat sinergi antara dunia akademik dan lembaga peradilan dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang.

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 di Pendopo Wedya Graha Ngawi pada Rabu, 8 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan meriah sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Ngawi dalam membangun daerah dan melayani masyarakat. Peringatan hari jadi ini dihadiri oleh Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai instansi vertikal di Kabupaten Ngawi. Pengadilan Agama Ngawi turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diwakili oleh Panitera Muda Permohonan, Mokhammad Imron, S.H. Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan lembaga negara mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembangunan daerah. Selain menjadi agenda seremonial tahunan, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarlembaga dan seluruh elemen masyarakat. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Ngawi yang semakin maju dan sejahtera.
Acara diawali dengan prosesi seremonial yang berlangsung secara tertib dan penuh makna di Pendopo Wedya Graha Ngawi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Ngawi. Prosesi tersebut disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir dan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momentum pemotongan tumpeng menjadi salah satu bagian penting dalam peringatan hari jadi karena melambangkan harapan akan keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngawi. Para tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias dan khidmat. Suasana kebersamaan tampak terjalin erat di antara seluruh peserta yang hadir. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.


Dalam sambutannya, Bupati Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi dalam membangun daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa sinergi yang telah terbangun selama ini harus terus dipelihara agar Kabupaten Ngawi mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang. Selain itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Ngawi di berbagai bidang. Bupati juga berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam peringatan hari jadi ini dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh pihak diharapkan terus menjaga persatuan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mendukung program-program pembangunan daerah secara berkelanjutan. Dengan demikian, Kabupaten Ngawi diharapkan semakin maju, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Pengadilan Agama Ngawi turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 sebagai bentuk dukungan terhadap terjalinnya sinergi antarlembaga di Kabupaten Ngawi. Kehadiran Panitera Muda Permohonan, Mokhammad Imron, S.H., menjadi wujud komitmen Pengadilan Agama Ngawi dalam mempererat hubungan kelembagaan dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Partisipasi Pengadilan Agama Ngawi menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Kehadiran berbagai instansi dalam acara tersebut menjadi gambaran harmonisasi antarunsur penyelenggara negara di Kabupaten Ngawi. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.



Menjelang berakhirnya kegiatan, seluruh tamu undangan mengikuti doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan Kabupaten Ngawi yang telah mencapai usia ke-668 tahun. Doa dipanjatkan agar Kabupaten Ngawi senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Rangkaian acara ditutup dengan suasana penuh kebersamaan yang mencerminkan semangat persatuan dan optimisme dalam menghadapi masa depan. Momentum Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah. Semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat Ngawi diharapkan tetap terpelihara sebagai kekuatan utama dalam mewujudkan kemajuan bersama. "Hari jadi bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan pengabdian, dan bersama-sama membangun Kabupaten Ngawi yang semakin maju serta sejahtera," menjadi pesan yang mengiringi peringatan tersebut. Dengan semangat kebersamaan, Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

TRENGGALEK – Pengadilan Agama Trenggalek Kelas IA menggelar kegiatan pembinaan dan tasyakuran dalam rangka menempati gedung baru pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di kantor baru Pengadilan Agama Trenggalek yang berlokasi di Jalan Brigjen Sutran, Kabupaten Trenggalek. Acara ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar peradilan agama untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung baru, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan bagi aparatur peradilan agama di wilayah Jawa Timur. Suasana berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, dan mencerminkan semangat untuk terus mewujudkan lembaga peradilan yang modern, profesional, dan berintegritas. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., yang didampingi oleh Wakil Ketua Drs. Arifin, M.H., Panitera Dr. Ma'sum Umar, S.H., M.H., serta Sekretaris Muhammad Taufiqurrahman, S.Ag., M.H. Hadir pula para Ketua, Panitera, dan Sekretaris Pengadilan Agama se-Jawa Timur sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan di lingkungan peradilan agama. Dari unsur pemerintah daerah, acara turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Trenggalek. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan eratnya sinergi antara lembaga peradilan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pelayanan hukum yang berkualitas. Momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan koordinasi antar satuan kerja di bawah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya.


Pengadilan Agama Ngawi turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan delegasi yang terdiri atas Ketua Pengadilan Agama Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta Panitera Tamaji, S.Ag., M.H. Kehadiran delegasi dari Pengadilan Agama Ngawi menjadi wujud dukungan terhadap perkembangan sarana dan prasarana peradilan agama di wilayah Jawa Timur. Selain mengikuti rangkaian tasyakuran, parapeserta juga memperoleh pembinaan yang berfokus pada peningkatan kualitas tata kelola peradilan, penguatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan publik. Pembinaan tersebut diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh aparatur dalam mewujudkan peradilan yang akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas institusi peradilan.
Dalam arahannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menegaskan bahwa keberadaan gedung baru harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme aparatur, dan penguatan budaya kerja yang berintegritas. Menurutnya, pembangunan fisik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan peradilan, namun keberhasilan pelayanan tetap ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Oleh karena itu, setiap aparatur peradilan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga independensi, serta memberikan pelayanan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembinaan tersebut juga menjadi pengingat agar seluruh satuan kerja senantiasa menjaga kepercayaan publik melalui kinerja yang transparan dan akuntabel. Dengan demikian, gedung baru diharapkan menjadi simbol lahirnya semangat baru dalam memberikan pelayanan hukum yang semakin baik kepada masyarakat pencari keadilan.


Menutup kegiatan, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menyampaikan pesan kepada seluruh aparatur peradilan agama agar menjadikan momentum menempati gedung baru sebagai awal peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat. "Gedung yang megah harus sejalan dengan integritas yang kokoh, pelayanan yang prima, dan komitmen untuk senantiasa menegakkan keadilan secara profesional serta berorientasi pada kepentingan masyarakat pencari keadilan," pesannya. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung baru Pengadilan Agama Trenggalek Kelas IA. Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja di lingkungan peradilan agama untuk terus melakukan pembenahan dalam rangka mewujudkan peradilan yang agung. Semangat kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi modal penting dalam memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan peradilan di Jawa Timur.
Page 17 of 121
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi