Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan

Wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten, Dr. Yusuf Buchori, S.H., M.S.I., dilaksanakan pada Rabu, 25 Februari 2026, di Serang, Banten. Prosesi kehormatan tersebut dipimpin langsung oleh Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Bidang Yudisial, Suharto, S.H., M.Hum. Kegiatan ini menjadi momen resmi pelepasan tugas sekaligus bentuk penghargaan atas pengabdian panjang Dr. Yusuf Buchori di lingkungan peradilan agama. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri para pimpinan dan aparatur peradilan, baik secara langsung maupun zoom live.
Wisuda purnabakti merupakan tradisi di lingkungan Mahkamah Agung sebagai bentuk penghormatan kepada Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten yang memasuki masa purna tugas. Dalam sambutannya, Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial menyampaikan apresiasi atas dedikasi, integritas, serta kontribusi Dr. Yusuf Buchori selama mengemban amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten. Ia menilai, kepemimpinan yang dijalankan telah memberikan warna positif dalam penguatan kualitas peradilan agama, khususnya di wilayah Banten.


Dalam rangkaian acara tersebut, disampaikan pula kilas balik perjalanan karier Dr. Yusuf Buchori yang telah mengabdi selama puluhan tahun di dunia peradilan. Pengabdiannya tidak hanya tercermin dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari komitmennya dalam menjaga marwah lembaga peradilan. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten menegakkan prinsip independensi dan profesionalisme hakim. Selama memimpin Pengadilan Tinggi Agama Banten, berbagai inovasi dan pembinaan internal turut dikembangkan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan. Momen wisuda purnabakti ini menjadi simbol berakhirnya masa tugas formal, namun tidak menghapus jejak pengabdian dan keteladanan yang telah ditorehkan.

Kegiatan tersebut juga diikuti secara virtual oleh jajaran peradilan agama di berbagai daerah, termasuk Sekretaris Pengadilan Agama Ngawi, Benny Hardiyanto, S.H., yang menghadiri acara melalui platform Zoom. Partisipasi daring ini menunjukkan solidaritas dan penghormatan keluarga besar peradilan agama terhadap pimpinan yang memasuki masa purnabakti. Dengan terselenggaranya wisuda purnabakti ini, diharapkan semangat pengabdian dan integritas yang telah dicontohkan Dr. Yusuf Buchori dapat terus menginspirasi generasi penerus di lingkungan peradilan agama.

Pengadilan Agama Ngawi melaksanakan kegiatan pengukuran baju seragam putih biru bagi seluruh pegawai pada 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut digelar di ruang Multimedia Center dan diikuti oleh seluruh aparatur tanpa terkecuali. Pengukuran dilakukan oleh penjahit Muslim yang secara khusus dihadirkan untuk memastikan hasil jahitan sesuai dengan standar dan kebutuhan pegawai. Agenda ini merupakan bagian dari upaya penyeragaman pakaian dinas guna mendukung kedisiplinan dan kerapian dalam berpenampilan.
Sejak pagi hari, para pegawai secara bergiliran mengikuti proses pengukuran. Penjahit Muslim melakukan pengukuran secara detail, mulai dari panjang lengan, lingkar dada, hingga panjang celana atau rok. Setiap pegawai diberikan kesempatan untuk menyampaikan preferensi ukuran agar seragam yang dikenakan nantinya nyaman dan rapi. Proses berlangsung tertib dengan tetap menjaga suasana kerja yang kondusif. Kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan di tengah rutinitas pelayanan kepada masyarakat.

Sekretariat Pengadilan Agama Ngawi menyampaikan bahwa pengadaan seragam putih biru ini bertujuan memperkuat identitas dan profesionalitas aparatur. Seragam tidak hanya menjadi simbol kekompakan, tetapi juga mencerminkan keseriusan lembaga dalam membangun budaya kerja yang disiplin. Dengan adanya keseragaman pakaian, diharapkan tercipta citra institusi yang lebih tertib dan berwibawa di mata masyarakat. Selain itu, penyeragaman ini juga merupakan bagian dari pembinaan internal dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa penggunaan seragam harus diiringi dengan sikap dan etos kerja yang profesional. Kerapian berpakaian dinilai sejalan dengan kerapian administrasi dan pelayanan. Setiap pegawai diingatkan bahwa penampilan yang baik merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada masyarakat pencari keadilan. “Seragam ini bukan hanya soal pakaian, tetapi simbol kedisiplinan, kekompakan, dan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar salah satu perwakilan manajemen.

Kegiatan pengukuran yang berlangsung di Multimedia Center tersebut berjalan lancar hingga seluruh pegawai selesai diukur. Dengan terlaksananya agenda ini, diharapkan seragam putih biru yang akan digunakan nantinya dapat menambah semangat kerja serta memperkuat citra profesional Pengadilan Agama Ngawi. Kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan sederhana ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang solid, tertib, dan berintegritas.

Pengadilan Agama Ngawi menggelar kegiatan tausiyah Ramadan bertema “Orang Beragama Tidak Ditentukan Bagaimana Ia Beribadah, tetapi Bagaimana Ia Berperilaku Sehari-hari” pada Selasa, 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah salat Dzuhur di Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi. Tausiyah diisi oleh Hakim PA Ngawi, MUH YUSUF, S.H.I., M.H., dan dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program selama bulan suci Ramadan.
Dalam tausiyahnya, MUH YUSUF, S.H.I., M.H. menyampaikan bahwa esensi keberagamaan tidak hanya tercermin dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari. Ia menekankan bahwa nilai-nilai kejujuran, amanah, kesabaran, dan tanggung jawab merupakan wujud nyata dari ajaran agama yang harus diterapkan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan. Menurutnya, ibadah yang baik seharusnya mampu membentuk karakter yang lebih santun dan berintegritas. Tema tersebut dipilih sebagai pengingat agar seluruh pegawai tidak hanya fokus pada aspek formalitas ibadah, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai moral dalam pekerjaan dan kehidupan sosial.

Ia juga menjelaskan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk melakukan introspeksi diri. Dalam suasana bulan suci, setiap individu diajak untuk memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Perilaku sehari-hari, seperti cara berbicara, melayani masyarakat, hingga menyelesaikan pekerjaan, menjadi cerminan kualitas keberagamaan seseorang. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan profesional. “Ukuran keberagamaan seseorang bukan hanya pada panjangnya doa dan banyaknya ibadah, tetapi pada akhlak dan integritas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan tausiyah yang berlangsung khidmat tersebut diikuti dengan penuh perhatian oleh seluruh pegawai. Suasana Mushola Al-Mahkamah terasa hangat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut Ramadan. Para peserta tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, terutama terkait relevansi nilai-nilai agama dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan masyarakat. Tausiyah ini juga menjadi sarana penguatan moral dan spiritual di lingkungan kerja.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi semakin menyadari pentingnya menjaga perilaku dan integritas dalam setiap aspek kehidupan. Pembinaan rohani semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan dapat dilakukan secara lebih humanis, beretika, dan penuh tanggung jawab.
Page 23 of 100
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi