Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan
Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya menyelenggarakan acara Purna Bhakti Panitera Pengganti pada Kamis, Oktober 2026, bertempat di Aula K.H. Abdullah Siddiq, Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi Panitera Pengganti selama menjalankan tugas di lingkungan peradilan agama. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat dan aparatur peradilan agama. Turut hadir Ketua Pengadilan Agama (PA) Ngawi, Miftahul Huda, S.Ag., M.H., Panitera Tamaji, S.Ag., M.H., Sekretaris Benny Hardiyanto, S.H., serta Panitera Pengganti PTA Surabaya yang sedang melaksanakan detasering di PA Ngawi, Laily Ekawati Fauziyah, S.H. Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan tersebut sebagai ungkapan penghargaan atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui.
Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video pelepasan yang menampilkan perjalanan pengabdian dan berbagai momen selama menjalankan tugas sebagai Panitera Pengganti. Tayangan tersebut menjadi pengingat atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas peradilan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan pamitan dari Panitera Pengganti yang dilepas sebagai ungkapan rasa syukur, terima kasih, serta permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar PTA Surabaya. Momen tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi kesempatan untuk menyampaikan kesan serta pesan selama menjalankan tugas dan tanggung jawab. Setelah itu, Ketua PTA Surabaya, Dr. H. Zulkarnain, S.H., M.H., menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan pembinaan.
Dalam sambutannya, Ketua PTA Surabaya menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai bagian dari aparatur peradilan agama. Purna bhakti bukan sekadar penanda berakhirnya masa tugas, melainkan juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan bagi lembaga. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, integritas, serta loyalitas yang telah ditunjukkan diharapkan dapat menjadi teladan bagi aparatur lainnya. Ketua PTA Surabaya juga mengharapkan agar hubungan silaturahmi dan kekeluargaan tetap terjaga meskipun telah memasuki masa purna tugas. Dengan demikian, berakhirnya masa pengabdian secara kedinasan tidak berarti berakhir pula hubungan baik yang telah terjalin selama menjadi bagian dari keluarga besar peradilan agama.
Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan serta penyerahan tali asih kepada Panitera Pengganti yang memasuki masa purna bhakti. Penyerahan tersebut menjadi simbol perhatian, rasa terima kasih, dan penghargaan atas segala pengabdian yang telah diberikan kepada institusi. Momen ini sekaligus mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan PTA Surabaya. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan Mars PTA Surabaya yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh khidmat. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan acara purna bhakti ini, PTA Surabaya berharap semangat pengabdian, integritas, dan dedikasi yang telah ditunjukkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur peradilan agama. Sebagaimana pesan yang menjadi makna dalam kegiatan tersebut, "Purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan penanda bahwa jejak dedikasi dan keteladanan akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus." Penghargaan yang diberikan bukan semata-mata sebagai bentuk seremonial, tetapi juga sebagai wujud penghormatan atas perjalanan panjang dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab. Semangat kebersamaan dan silaturahmi diharapkan tetap terpelihara meskipun perjalanan kedinasan telah berakhir. Dengan demikian, nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan akan senantiasa menjadi bagian dari perjalanan dan perkembangan lembaga peradilan agama.
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi