Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi
- Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia resmi membuka kegiatan Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Tahun 2026 pada Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI sebagai bagian dari proses pembinaan dan penguatan sumber daya manusia di lingkungan peradilan agama. Acara pembukaan dihadiri secara langsung oleh Drs. Arif Hidayat, S.H., M.M., selaku Sekretaris Direktorat Jenderal sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, serta Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., selaku Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Selain diikuti oleh peserta yang hadir secara langsung, kegiatan ini juga diselenggarakan secara daring sehingga dapat diikuti oleh para calon peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu peserta yang mengikuti kegiatan secara virtual adalah Ketua Pengadilan Agama Ngawi Miftahul Huda, S.Ag, M.H., dan Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Sapuan, S.H.I., M.H. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menyiapkan calon pimpinan pengadilan agama yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.
Fit and Proper Test merupakan salah satu tahapan seleksi untuk mengukur kompetensi, integritas, kapasitas manajerial, serta kualitas kepemimpinan para calon Wakil Ketua Pengadilan Agama. Melalui proses ini, Mahkamah Agung berupaya memastikan bahwa setiap pejabat yang akan menduduki jabatan strategis memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. Seleksi ini juga menjadi bagian dari implementasi sistem merit dalam pengembangan karier aparatur peradilan agama.


Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menekankan pentingnya menghadirkan pemimpin yang mampu menjaga independensi peradilan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan agama. Sementara itu, Drs. Arif Hidayat, S.H., M.M. menyampaikan bahwa pelaksanaan Fit and Proper Test harus menjadi sarana untuk menilai kompetensi peserta secara objektif, transparan, dan akuntabel sehingga menghasilkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan organisasi di masa mendatang.
Keikutsertaan Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Sapuan, S.H.I., M.H., secara daring menunjukkan kesiapan aparatur peradilan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan nasional. Pelaksanaan secara hibrida juga mencerminkan komitmen Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama dalam mewujudkan penyelenggaraan kegiatan yang efektif, efisien, dan tetap menjangkau peserta dari seluruh wilayah Indonesia tanpa mengurangi kualitas proses seleksi.
Melalui pelaksanaan Fit and Proper Test Calon Wakil Ketua Pengadilan Agama Tahun 2026, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin peradilan agama yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga berintegritas, visioner, dan berorientasi pada pelayanan yang berkeadilan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas tata kelola peradilan yang modern dan terpercaya. Sebagaimana pesan yang menjadi semangat kegiatan ini, "Kepemimpinan yang berintegritas akan melahirkan peradilan yang profesional, berkeadilan, dan dipercaya masyarakat."
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi