![]()
Sosialisasi Penyusunan dan Penyampaian LBKP, LBP-W, dan LBP-E1 Tahun 2025 (Audited) diselenggarakan oleh Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh aparatur dari berbagai satuan kerja di lingkungan peradilan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait tata cara penyusunan dan penyampaian laporan keuangan berbasis audit. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel.
Dalam kegiatan tersebut, dua perwakilan Pengadilan Agama Ngawi turut berpartisipasi aktif, yakni Prakom Muhammad Ismail Hasan, S.Kom. dan staf kesekretariatan Ariyanto Saputro, A.Md. Keduanya mengikuti kegiatan secara daring dari meja kerja masing-masing. Partisipasi ini menunjukkan komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas pelaporan di unit kerja. Kehadiran mereka juga menjadi bagian dari implementasi peningkatan kompetensi aparatur di bidang administrasi dan teknologi informasi.
Secara umum, sosialisasi ini membahas berbagai aspek penting terkait penyusunan laporan LBKP, LBP-W, dan LBP-E1 Tahun 2025 (Audited). Materi yang disampaikan meliputi standar penyusunan laporan, mekanisme verifikasi data, serta prosedur penyampaian yang sesuai dengan ketentuan terbaru. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan fungsi dari masing-masing jenis laporan. Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi kekeliruan dalam proses pelaporan di tingkat satuan kerja.
![LBKP ISMAIL 23 APRIL 2026]()
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung interaktif dengan penyampaian materi yang sistematis dan mudah dipahami. Narasumber menjelaskan tahapan demi tahapan mulai dari pengumpulan data, proses validasi, hingga finalisasi laporan audited. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyusunan laporan. Diskusi ini berjalan dinamis dan memberikan banyak solusi praktis yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja. Selain itu, contoh kasus juga disampaikan untuk memperjelas penerapan teknis di lapangan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang berlangsung. Meskipun dilakukan secara daring, kegiatan tetap berjalan efektif dan efisien. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan koordinasi.
Melalui kegiatan ini, Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia menegaskan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam penyusunan laporan keuangan. “Penyusunan laporan yang tepat dan akurat merupakan cerminan profesionalisme serta bentuk pertanggungjawaban kepada publik,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga kualitas pelaporan keuangan di lingkungan peradilan semakin baik dan terpercaya.