Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

Ngawi — Pengadilan Agama (PA) Ngawi menggelar kegiatan tausiyah Ramadan yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi setelah pelaksanaan salat Dhuhur berjamaah. Tausiyah tersebut dihadiri oleh seluruh pegawai PA Ngawi sebagai bagian dari kegiatan pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pegawai dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, tausiyah Ramadan juga menjadi sarana refleksi diri agar setiap individu dapat memperbaiki sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Acara tausiyah dipandu oleh Yanti Muslikah, A.Md., yang mengarahkan jalannya kegiatan dengan tertib dan khidmat. Suasana kebersamaan tampak terasa di antara para pegawai yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin selama bulan Ramadan di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi. Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja.
Tausiyah atau kultum dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Sapuan, S.H.I., M.H. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema “Daging Menyelamatkan atau Malah Petaka untuk Kita.” Tema tersebut menyoroti pentingnya menjaga diri dari mengikuti hawa nafsu yang dapat menjerumuskan manusia pada perbuatan maksiat. Menurutnya, manusia harus mampu mengendalikan diri agar tidak terjebak pada hal-hal yang dapat merusak keimanan.
Dalam penjelasannya, Sapuan menyampaikan bahwa keimanan seseorang dapat meningkat apabila ia senantiasa taat dan patuh kepada Allah SWT. Sebaliknya, keimanan juga dapat berkurang apabila seseorang terbiasa melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu, setiap individu perlu menjaga hati dan perilakunya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah. Ia juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Lebih lanjut, Sapuan menjelaskan bahwa pengendalian diri menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas iman seseorang. Ia mengajak seluruh pegawai untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai sarana melatih kesabaran, menahan hawa nafsu, serta memperbanyak amal ibadah. Menurutnya, kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan diharapkan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di tempat kerja. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman tidak hanya menjadi teori, tetapi juga tercermin dalam sikap dan tindakan. Melalui pengendalian diri yang baik, seseorang akan mampu menjaga kehormatan diri serta menghindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam tausiyahnya, Sapuan juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar senantiasa menjaga iman dengan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama. “Keimanan seseorang akan bertambah dengan ketaatan kepada Allah, dan akan berkurang ketika seseorang terjerumus dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, kendalikan hawa nafsu agar daging ini menjadi penyelamat, bukan menjadi petaka bagi kita,” pesannya.

Kegiatan tausiyah Ramadan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh pegawai PA Ngawi. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat spiritual dan nilai-nilai keislaman dapat terus tumbuh di lingkungan kerja. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat karakter religius di lingkungan Pengadilan Agama Ngawi.
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi