Tautan Terkait :
- Mahkamah Agung RI
- Kepaniteraan MA RI
- Badan Pengawasan MA RI
- Ditjen Badilag
- PTA Surabaya
- Pemkab Ngawi

]Keluarga besar Pengadilan Agama Ngawi menggelar kegiatan Tausiyah Ramadan pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Mushola Al-Mahkamah Pengadilan Agama Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai bagian dari pembinaan rohani selama bulan suci Ramadan. Tausiyah tersebut diisi oleh Hakim Pengadilan Agama Ngawi, Muh Yusuf, S.H.I., M.H., sebagai penceramah. Sementara itu, jalannya acara dipandu oleh Rizki Diah Emelia, A.Md., yang memimpin rangkaian kegiatan dengan tertib dan khidmat.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. Seluruh aparatur dan staf hadir memenuhi mushola sejak pagi hari. Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kekeluargaan. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri serta peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Dalam tausiyahnya, Muh Yusuf mengangkat tema “Beragama Jangan Terlalu Doktrin, tetapi Perlu Secara Rasional.” Ia menekankan bahwa dalam menjalankan ajaran agama, umat tidak hanya dituntut untuk menerima secara tekstual, tetapi juga memahami secara rasional dan kontekstual. Menurutnya, pola pikir rasional dalam beragama akan melahirkan sikap terbuka dan bijaksana dalam kehidupan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa kritik bukanlah ancaman, melainkan sarana untuk memperbaiki dan memajukan cara beragama agar lebih dewasa dan membawa manfaat bagi sesama.
“Beragama secara rasional membuat kita mampu menerima perbedaan dan menjadikan agama sebagai rahmat bagi lingkungan sekitar. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun cara pandang kita agar lebih matang,” ujar Muh Yusuf dalam tausiyahnya di hadapan para pegawai.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep surga dan neraka dapat dimaknai secara reflektif dalam kehidupan sehari-hari. Surga, menurutnya, dapat diwakili oleh jiwa dan perasaan yang damai serta penuh rasa syukur. Ketika seseorang merasakan kebahagiaan, ketenangan, dan rasa cukup dalam hidupnya, maka itulah gambaran surga yang hadir di dalam diri. Sebaliknya, ketika seseorang jauh dari rasa syukur, dipenuhi keluh kesah, dan tidak mampu menerima keadaan, maka perasaan tersebut bagaikan berada dalam neraka. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa menumbuhkan rasa syukur agar kebahagiaan batin dapat terwujud.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Pengadilan Agama Ngawi dapat mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan secara lebih rasional, bijaksana, dan bermanfaat dalam kehidupan sosial maupun dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan.
Jam Pelayanan :
Hari Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
___________________________
Hari Jumat : 07.30 - 16.00 WIB
Istirahat : 11.00 - 13.00 WIB
Copyright © 2024 Team IT Pengadilan Agama Ngawi